INbolnet - Kasus 'dualisme' kepengurusan sepakbola Indonesia bakal terkena sanksi dari FIFA, menyusul belum terselesainya kasus tersebut. Para pencinta bola berharap pemerintah segera melakukan konsolidasi untuk mencari solusi terkait kasus tersebut.
Salah satu wasit nasional, Bakir mengatakan, pihaknya berharap FIFA tidak memberikan sanksi kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). "FIFA akan memberikan sanksi Senin depan, meski waktunya sedikit, kita berharap ada upaya konsolidasi," ungkapnya, Jum'at (07/12/2012) tadi siang.
Meski pihaknya berharap ada upaya konsolidasi namun, pihaknya lebih berharap FIFA tidak memberikan sanksi kepada PSSI. Namun hingga kini, anggota Polisi Masyarakat (Polmas) Polsek Magersari menambahkan, belum terlihat ada tanda-tanda upaya konsolidasi yang dilakukan pemerintah.
"Jika memang FIFA memberikan sanksi, kita tidak bisa lagi melihat sepakbola kita berkipra di luar. Jangan gengsi didahulukan, utamakan kepentingan nasional dulu. Jika sanksi itu turun, imbasnya sangat besar. Sekarang saja, sanksi belum turun sudah seperti ini," tegasnya.
Pihaknya berharap, petinggi yang mempunya kewenang untuk segera melakukan konsolidasi. Menurutnya, kisruh 'dualisme' kepengurusan kali ini kondisi paling parah sejak ia bergelut di sepakbola tahun 1983 paling parah. Sepakbola Indonesia, lanjut Bakir tak lagi masuk 100 besar sepakbola dunia dan pemain nasional saat ini turun dalam ajang gala desa
Sumber: beritajatim
Keyword : fifa,pssi
Salah satu wasit nasional, Bakir mengatakan, pihaknya berharap FIFA tidak memberikan sanksi kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). "FIFA akan memberikan sanksi Senin depan, meski waktunya sedikit, kita berharap ada upaya konsolidasi," ungkapnya, Jum'at (07/12/2012) tadi siang.
Meski pihaknya berharap ada upaya konsolidasi namun, pihaknya lebih berharap FIFA tidak memberikan sanksi kepada PSSI. Namun hingga kini, anggota Polisi Masyarakat (Polmas) Polsek Magersari menambahkan, belum terlihat ada tanda-tanda upaya konsolidasi yang dilakukan pemerintah.
"Jika memang FIFA memberikan sanksi, kita tidak bisa lagi melihat sepakbola kita berkipra di luar. Jangan gengsi didahulukan, utamakan kepentingan nasional dulu. Jika sanksi itu turun, imbasnya sangat besar. Sekarang saja, sanksi belum turun sudah seperti ini," tegasnya.
Pihaknya berharap, petinggi yang mempunya kewenang untuk segera melakukan konsolidasi. Menurutnya, kisruh 'dualisme' kepengurusan kali ini kondisi paling parah sejak ia bergelut di sepakbola tahun 1983 paling parah. Sepakbola Indonesia, lanjut Bakir tak lagi masuk 100 besar sepakbola dunia dan pemain nasional saat ini turun dalam ajang gala desa
Sumber: beritajatim
Keyword : fifa,pssi

Komentar
Posting Komentar
Bagi Inspirasi Kamu...!!!
Asal Jangan no Rasis, no Sara....!!!
Belum punya akun Google, Komentar Menggunakan Anonymous