Pengaturan skor membuat Mahmoud El Ali divonis seumur hidup
INbolnet - TAMAT sudah karier penyerang Persiba Balikpapan Mahmoud El Ali. Organisasi tertinggi sepak bola dunia, FIFA, menghukum pemain asal Lebanon tersebut dengan larangan tampil seumur hidup. Keputusan itu menyusul hukuman yang dikeluarkan asosiasi sepak bola Asia Barat (WAFF), Februari lalu.
El Ali disangka turut serta melakukan pengaturan skor saat masih merumput di Liga Lebanon, dan ketika memperkuat timnas negaranya.
Dilansir Ruters, FIFA mengeluarkan vonis untuk 24 pemain. Selain El Ali, Ramez Dayoub juga dilarang bermain seumur hidup menyusul tuduhan kecurangan pada pertandingan internasional, dan regional.
"Dari semua yang terlibat, 20 pemain menerima larangan bermain satu tahun. Ada juga yang dihukum larangan dua tahun, tiga tahun, dan larangan seumur hidup," lansir FIFA.
Kabar tersebut telah diterima Ketua Umum Persiba Syahril HM Taher. Saat memantau skuad Beruang Madu berlatih, Syahril mengaku masih menunggu surat resmi dari PSSI dan PT Liga Indonesia, selaku operator Indonesia Super League (ISL).
“Saya sudah berbicara dengan Pak Joko Driyono (CEO PT LI) terkait kabar itu. Ketika sudah ada pernyataan resmi, tentunya kami tidak akan menggunakan El Ali lagi,” tandasnya.
Disampaikan Presiden Direktur PT LI ini, Persiba tidak ingin berspekulasi dengan tetap memainkan El Ali. Pasalnya akan merugikan klub. “Jika tetap dipaksakan tampil, FIFA kemungkinan besar akan menjatuhkan hukuman kepada kami,” tuturnya.
El Ali memang tidak terlihat dalam latihan Persiba, kemarin. Bersama starting eleven kala melumat PSPS Pekanbaru 4-1, pengoleksi tiga gol itu diistirahatkan. Dengan adanya keputusan ini, tentu membuat pelatih Herry Kiswanto harus mencari alternatif penyerang saat meladeni Persija Jakarta, Minggu (28/4) nanti.
Hak Cipta (Artikel/Foto): kaltimpost
