Gagal Bina Atlet Muda, PSPS Pekanbaru Terpuruk
INbolnet - PSPS Pekanbaru terseok-seok dalam mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL). Bahkan kekuatan PSPS bisa dibilang pincang dalam menjalani putaran kedua ISL akibat kehilangan banyak pemain penting di antaranya penyerang Konate Makan dan gelandang M. Ilham.
Pengamat sepakbola Riau, Philep Hansen Maramis menilai salah satu faktor keterpurukan PSPS adalah lemahnya pembinaan di tataran tim junior. "Keterpurukan ini bukan hanya akibat masalah manajemen dan krisis keuangan juga karena lemahnya pembinaan di tataran tim junior PSPS," katanya.
Mantan pelatih tim sepakbola PON ini juga menyebut Manajemen PSPS yang lalai membenahi pemain muda menyebabkan tim sangat lemah akibat ditinggal banyak pemain. Sedangkan, selama ini jarak kualitas dan pengalaman dari pemain kelas dua bahkan tim junior sangat jauh dari kelas profesional.
Ia mengatakan Manajemen PSPS sebelumnya telah menyianyiakan pemain muda berbakat Riau yang masuk dalam Tim PON Riau XVIII. Tim potensial itu dibubarkan begitu saja dan pemain berbakat tidak terpakai di PSPS. "Seharusnya jangan dibubarkan, kan banyak terbukti sekarang pesepakbola PON Riau seperti Novrianto memperkuat timnas," katanya.
Menurut dia, untuk menyelamatkan PSPS bukan saja dibutuhkan investor baru, melainkan perlu ada perombakan manajemen. Ia menilai PSPS perlu diisi orang-orang yang benar-benar tulus ingin memajukan sepak bola. "Sepak bola ini tidak bisa dicampur adukkan dengan kepentingan lainnya," tandasnya.
Hak Cipta (Artikel/Foto): liputan6
