Taretan Mania kecewa dengan panpel yang tak izinkan Aremania
INbolnet - Panitia pelaksana pertandingan Indonesia Super League (ISL) antara Persepam Madura United melawan Arema Malang yang akan digelar di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Minggu (26/05/2013), diwarnai dengan pelarangan mengenakan atribut bagi suporter Aremania. Sebab, derbi tim sesama Jawa Timur ini, dikhawatirkan akan diwarnai aksi kericuhan antar suporter, yang sama-sama memiliki pendukung fanatik.
Wakil Sekretaris Panitia Pelaksana pertandingan Achmad Fauzi dalam keterangan persnya menjelaskan, Aremania yang mau datang menonton pertandingan di Bangkalan hendaknya tidak membawa atribut apapun. Hal itu mengantisipasi adanya keributan antar suporter di lapangan saat pertandingan berlangsung.
"Bukan panitia tidak mau bertanggungjawab, namun lebih kepada antisipasi saja," ungkapnya.
Tidak hanya itu, jika ada Aremania yang terpaksa datang ke stadion lengkap dengan atributnya, panitia akan melarang masuk ke dalam stadion. "Ini sudah keputusan bersama saat rapat panitia yang dihadiri pihak Polres Bangkalan, perwakilan suporter Bangkalan (K-conK Mania) dan perwakilan dari manajemen PT. Pojur Madura United," terang Fauzi.
Selain suporter, kendaraan berplat nomor karesidenan Malang (N) juga dilarang parkir di sekitar SGB. Hal ini juga untuk menghindari aksi perusakan kendaraan oleh mereka yang memiliki kepentingan ingin merusak sportivitas pertandingan di luar lapangan.
Keputusan larangan Aremania datang ke SGB ini mendapat protes dari sejumlah suporter Persepam Taretan Mania di Pamekasan. Zainal Arifin di antaranya mengaku kecewa atas keputusan panitia. Pasalnya, Taretan Mania ketika Persepam bertandang ke Stadion Kanjuruan Malang beberapa waktu lalu, disambut baik dan tidak ada kericuhan seperti yang diprediksi pihak keamanan dari Polres Malang.
"Ini sudah keterlaluan dan diskriminatif. Kita datang ke Malang disambut baik, tapi ketika Aremania mau ke Madura terjadi pelarangan. Hal ini sudah menciderai misi perdamaian antar suporter," tandas Zainal.
Untuk itu, dia mendesak panitia segera mencabut keputusan tersebut dan membuka pintu stadion selebar-lebarnya bagi Aremania. Sebab hal yang dikhawatirkan panitia, tidak akan terjadi jika di awal pertandingan sudah ada komitmen bersama.
| Hak Cipta (Artikel/Foto): | Lompat ke Sumber |
